Isnin, 29 Disember 2008

Indahnya Malam Pertama



Indahnya malam pertama. Bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata. Ia adalah malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut. Sebuah malam yang meninggalkan tangisan sanak saudara.

Hari itu..


Mempelai sangat dimanjakan. Mandipun, harus dimandikan. Seluruh badan kita terbuka. Tiada sehelai benang pun menutupinya. Tiada sedikitpun rasa malu. Seluruh badan digosok dan dibersihkan. Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan. Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih. Itulah sosok kita sebenarnya. Itulah jasad kita kala itu.

Setelah dimandikan, kitapun akan dipakaikan dengan kain cantik berwarna putih. Kain itu, jarang orang memakainya. Karena namanya sangat terkenal iaitu, kafan. Wangian ditaburkan ke baju kita. Bahagian kepala, badan, dan kaki  diikatkan agar ia terus membaluti badan.


Tataplah...




Itulah wajah kita. Keranda pelamin terus disiapkan. Pengantin bersanding sendirian.

Mempelai diarak ke sekeliling kampung yang dihadiri tetangga. Menuju istana keabadian sebagai simbol asal-usul. Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga serta rasa haru para handai taulan. Gamelan syahdu bersyairkan azan dan kalimah zikir. Akad nikahnya bacaan al-Qur'an. Berwalikan liang lahat. Saksi-saksinya nisan-nisan, yang telah tiba lebih awal, siraman air mawar, pengantar akhir kerinduan.

Dan akhirnya...

Tibalah masa pengantin menunggu dan ditinggalkan bersendirian untuk dipertanggungjawabkan atas seluruh langkah kehidupan. Malam pertama yang indah atau meresahkan. Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah. Di kamar bertilamkan tanah. Dan ketika 7 langkah telah pergi. Sang Malaikat lalu bertanya. Kita tak tahu apakah akan memperoleh nikmat kubur, ataupun kita akan memperoleh siksa kubur...



Kita tak tahu..

Dan tiada seorang pun yang tahu..

Hanya amal Soleh yang ikhlas bisa membantu menemani kita pada hari itu.

Adakah kita sudah mencarinya pada hari ini untuk menemani kita di malam pertama kelak?


1 ulasan:

Syahira Jamel berkata...

salam ziarah..

teringat saat menguruskan jenazah arwah bonda tercinta..

tahniah atas artikel penuh hikmah!